Pengikut

Translator:

Selasa, 07 Desember 2010

Autis termasuk salah satu masalah serius dalam pengembangan kepribadian seseorang. Gejalanya bisa terlihat sejak balita. Biasanya sebelum usia tiga tahun.

Ciri khas dari autis adalah anak tersebut memiliki gangguan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Gejala:
Gejala yang terlihat pada anak autis sangat beragam. Antara dua anak autis yang didiagnosis autis bisa berperilaku sangat berbeda. Anak autis seperti memiliki dunia sendiri. Ada tiga masalah utama yang terdapat pada anak autis, yaitu masalah dalam bersosialisasi, bahasa, dan perilaku.

Pada aspek sosial, anak autis sulit untuk mengingat namanya sendiri, tidak suka bertatap mata dengan orang lain, dan seringkali untuk menyendiri untuk bermain ataupun berbicara.

Pada aspek kemampuan bahasa, anak autis cenderung untuk telat bisa bicara ketimbang anak lain, bicara tidak jelas atau sering menggumam, bicara ngalor ngidul, bisa mengucapkan suatu kata tapi tidak mengerti apa maknanya.

Pada aspek perilaku, anak autis biasanya senang melakukan gerakan berulang seperti tepuk tangan, punya ritual kegiatan tersendiri, sensitif pada cahaya dan suara.

Penyebab:
Autis tidak bisa disebabkan oleh satu hal. Banyak hal terkait yang menyebabkan autis. Beberapa diantaranya :
  • Faktor genetik. Para peneliti telah menemukan beberapa gen yang bisa mencetuskan autis. Gen-gen ini bisa diturunkan oleh orangtua si anak, bisa juga muncul secara spontan.
  • Faktor lingkungan. Selain faktor genetik, lingkungan juga memegang peranan sebagai faktor pencetus autis. Para peneliti menyimpulkan jika infeksi bakteri yang berasal dari lingkungan kotor, serta polusi air dan udara bisa mencetuskan autis.
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab autis adalah vaksin yang mengandung merkuri dan thimerosal. Vaksin yang memiliki kandungan tersebut antara lain vaksin MMR. Meski demikian, hal tersebut tidak terbukti menimbulkan autis pada anak. Banyak penelitian yang mendukung hal tersebut.

Penanganan:
Tidak ada pengobatan yang bisa menyembuhkan autis. Tujuannya hanya agar anak autis bisa berkomunikasi dan bersosialisasi lebih baik dengan lingkungannya. Terapi yang diberikan pun tidak bisa cocok antara satu anak dengan anak lain. Terapi yang biasa digunakan untuk anak autis adalah membuat situasi belajar seperti di rumah dan senyaman mungkin. Berbagai terapi yang bisa dicoba antara lain :
  • Terapi perilaku dan komunikasi. Banyak cara dan program yang diciptakan untuk membantu anak autis. Program2 tersebut bertujuan untuk membantu anak autis agar lebih lancar berbicara dan bergaul dengan sekitarnya.
  • Terapi edukasi. Anak autis biasanya lebih merespon edukasi yang terstruktur dan menghibur. Sukses tidaknya program ini bergantung pada terapis yang harus pintar untuk mencari serangkaian variasi kegiatan untuk meningkatkan kemampuan anak autis.
  • Terapi obat. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan autis secara total. Tapi beberapa obat-obatan bisa mengontrol gejala autis. Obat antidepresi bisa digunakan untuk menekan gejala autis dan mengatasi masalah perilaku anak autis.
  • Ubah pola makan. Beberapa ahli medis menyarankan agar anak autis mendapat diet untuk mendukung terapi. Misalnya, anak autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, probiotik, dan bebas kasein. Anak autis juga dianjurkan untuk mengasup suplemen vitamin A, vitamin C, vitamin B12, dan asam lemak omega 3.




وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku," [QS. Asy Syu'araa' : 080]


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda!

bird

Arah Kiri ~ 1 Arah Kanan  ~1 Arah Home ~ 1
 

Demas Surabaya and "IKBDS" Edited by DEMAS