Pengikut

Translator:

Jumat, 17 Desember 2010

Batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Batu empedu ini biasanya terbentuk di dalam kantong empedu atau di saluran empedu serta saluran hati. Batu dapat memicu radang dan infeksi pada organ-organ tersebut.

Penyebab:
Batu empedu ini biasanya terbentuk dari zat lemak atau kolesterol. Karenanya, pola hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama.

Faktor risiko:
Faktor-faktor risiko yang ikut menyumbang pada terbentuknya batu empedu, antara lain :
  • Jenis kelamin.
    Perempuan dua kali lebih berisiko ketimbang pria. Berlebihnya produksi estrogen akibat kehamilan, terapi sulih hormon, dan penggunaan pil KB dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam cairan empedu, sehingga mudah terbentuk batu.
  • Faktor keturunan.
    Kasus batu empedu seringkali menurun dalam keluarga.
  • Berat badan.
    Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu. Ini dikarenakan kadar garam dalam cairan empedu berkurang, sementara kolesterol meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko terbesar batu empedu pada wanita.
  • Pola makan.
    Pola makan tinggi lemak serta kolesterol, dan rendah serat menambah risiko batu empedu.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
    Melakukan diet ketat atau puasa dalam jangka panjang sehingga berat badan turun drastis, membuat lever mengeluarkan ekstra kolesterol ke dalam cairan empedu. Akibatnya bisa terjadi batu empedu.
  • Usia.
    Pada orang berusia 60 tahun ke atas lebih mudah terbentuk batu empedu dibanding usia muda. Ini karena tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak kolesterol ke dalam cairan empedu.
  • Ras.
    Ras Indian Amerika secara genetik cenderung berkadar kolesterol tinggi dalam cairan empedunya. Ras ini menduduki peringkat teratas kasus batu empedu di Amerika Serikat, dan rata-rata penderita berjenis kelamin pria berusia 60 tahun ke atas. Sementara di antara wanita Indian Pima di Arizona, 70 persen menderita batu empedu di usia 30 tahun. Pria maupun wanita Meksiko di Amerika hampir di segala usia juga memiliki risiko tinggi terkena batu empedu.
  • Konsumsi obat penurun kolesterol.
    Obat-obatan penurun kolesterol malah bisa meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepas ke dalam cairan empedu. Akibatnya risiko batu empedu pun meningkat.
  • Diabetes.
    Pengidap diabetes (diabetesi) umumnya memiliki kadar asam lemak atau trigliserida yang tinggi, sehingga risiko batu empedu meningkat.

Gejala:
Sebagian besar penderita tidak menyadari kalau dirinya mengidap batu empedu. Ini dikarenakan gejalanya yang menyerupai gangguan pencernaan dan maag.

Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak jarang penderita yang harus kembali berobat ke dokter karena keluhannya tak kunjung membaik. Ini karena kesalahan diagnosa yang mengira batu empedu adalah sakit maag. Hal tersebut terjadi karena keluhan dirasa di tempat yang berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu yang notabene terletak di ulu hati.

Untuk membedakannya dengan gejala maag, perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. Kalau maag biasanya muncul pelan-pelan hingga terasa sangat sakit. Lain halnya dengan batu empedu yang menyebabkan rasa sakit hebat secara tiba-tiba dan kemudian bisa hilang begitu saja.

Komplikasi :
Batu empedu, terutama yang berukuran kecil, bisa menimbulkan komplikasi. Apalagi batu berukuran kecil berpeluang untuk berpindah tempat dan menyebabkan gangguan di bagian tubuh lainnya.

Jika batu ini sampai menyumbat saluran di organ hati, maka dapat menyebabkan meningkatkan berbagai enzim di organ tersebut yang menjurus pada timbulnya penyakit kuning.

Penanganan:
Karena terbentuk dari kolesterol, maka pasien umumnya diminta untuk melakukan perbaikan pola makan. Diantaranya dengan menjauhi makanan yang mengandung banyak kolesterol.

Adapun tindakan lain yang dapat dilakukan adalah memberi terapi obat. Tindakan operasi tidak selalu diperlukan dalam menangani batu empedu.




وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku," [QS. Asy Syu'araa' : 080]


0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda!

bird

Arah Kiri ~ 1 Arah Kanan  ~1 Arah Home ~ 1
 

Demas Surabaya and "IKBDS" Edited by DEMAS